Perjalanan
Hati Afiya
“Sufisme
Modern”
Untuk
laki-laki Bersorban itu….
01 januari 2013
“sejak malam itu
aku sadar, bahwa hati ini tak lagi menghendaki kesendirian. tapi saat ini hanya
doa yang bisa menyadarkannya bahwa aku selalu menatapnya dalam diam.
hatimu seputih baju yang kau kenakan malam itu.
zee
hatimu seputih baju yang kau kenakan malam itu.
zee
03 januari 2013
"Sufisme Modern"
ungkapan rasaku untuknya,
tak peduli meski ia menatapku sebelah mata,
namun yang pasti, Tuhan selalu menyuruhku tuk mendoakannya.
Zee
ungkapan rasaku untuknya,
tak peduli meski ia menatapku sebelah mata,
namun yang pasti, Tuhan selalu menyuruhku tuk mendoakannya.
Zee
04 januari 2013
jika sang sufi
"Rabi'ah aladawiyah" dulu hanya mau bercinta dengan Tuhan, aku tak
yakin jika "Sufisme Modern-ku" sekarang akan menafikan cinta manusia
lain,. semoga dia tau kalau aku juga manusia, amien.
Zee
Zee
cuplikan rasa seorang gadis yang seperti sedang dihantam
gelombang asmara. Betapa diam tak mampu
menenangkan kesendiriannya. Ia bagikan momentum kepedihan laksana harapan itu
pada manusia lain yang bisa
mendoakannya. Di hari-hari kesendiriannya itu ia meyakinkan Tuhan bahwa
dengan kesungguhan hati ia menginginkan salah satu hamba-NYA. “sang sufisme modern itu pasti akan memadu
cinta dengan perempuan sederhana sepertiku” ungkapnya.
Terpekur dalam kesendirian, adalah moment paling tepat
untuk menghayalkannya. Aku akan bercerita pada dunia bahwa malam itu aku
berdiri disampingnya. Betapa dingin hujan malam itu tak lagi terasa di jasadku,
kebekuan kembali cair saat ia memberikan senyuman termanis pada perempuan
paling beruntung disampingnya, subhanallah sekali hamba-MU yang satu ini Tuhan.
Bermula dari sebuah percakapan, ia menyebutkan nama terbaiknya, “"Ieshfir Raihanpanggil saja ieshfie,” sempurna rasanya mendengar suara
termerdu dari mulutnya. Sesempurna rasa sakralku padanya malam itu.
Di malam tahun baru itu semua yang hadir diminta untuk
menuliskan mimpi serta cita-cita untuk instansi dan pribadi. Yang nantinya akan
diletakkan didalam toples dan secara bersama-sama akan menyaksikan penanaman
toples tersebut untuk selanjutnya dibuka di hari pertama tahun 2013 mendatang.
Dengan rinci aku menuliskan mimpi-mimpi untuk instansiku yang paling ku cintai.
Dan selanjutnya mimpi pribadiku, kutulis dua mimpiku secara berurutan, dan
dibaris ketiga aku menyebutkan namanya, 3. “Ieshfie, semoga bisa menjalani
hidup dengannya, amien. Kulipat kertas itu dengan penuh penghayatan dan
harapan mewujudkannya, ku masukkan dalam toples lalu perlahan mundur dari
keramaian malam.
Jam 00.00, keramaian memadati lapangan, rupanya salah
seorang dari mereka memanggilku, dia katakana kalau aku dipanggil pimpinan
lembaga, rupanya aku dijadikan perwakilan perempuan yang akan meyaksikan
penanaman toples mimpi, setelah ku menoleh sekitar, rupanya ia berjalan
mendekatiku, ternyata kita sama-sama menjadi perwakilan saksi untuk menyaksikan
penanaman toples mimpi tersebut. Semua orang yang hadir ikut berdoa, mendoakan harapan masing-masing
termasuk juga mendoakan salah satu dari mimpiku mendapatkannya. “semoga mimpi
kita terwujud” tuturnya. Dengan segera dan penuh khidmat aku menjawab “Amien”.
Terkadang aku berpikir, akankah dia
juga akan mengamini jikalau tahu salah satu dari doaku adalah
mengharapkannya???? Betapa merindu, deru syahdu kurasa dalam kalbu.
Selang beberapa
hari, temenku iseng bertanya, “ bagaimana dengan sufisme modernmu?”. Aku
terdiam, tersenyum kecut mendengar pertanyaan yang aku justru menjadi orang
paling bodoh tuk menjawabnya. “ tak ada keberanian untuk mengatakan padanya”
“Harus menunggu berapa lama lagi?” Akupun tak tau lagi jawaban yang pas
untuknya. Aku hanya sebatas menggelengkan kepala, sungguh terlalu. saking tak sanggup
menahan lamanya rentan waktu.
05 januari 2013
“Mereka selalu berkata, " Baru berpapasan dengannya"
tak pernah peduli, bahwa aku juga menantinya.
Haruskah aku menjadi sufisme agar bisa menjumpaimu
dalam satu jalan Tuhan yang sama???
Zee
Tak
pernah kujumpai kau berada di lorong lain selain koridor Tuhan. Betapa sulitnya
ku temukanmu dalam terik mentari yang begitu menyengat. Apakah seorang sufi
selalu merasakan dingin disaat orang lain kepanasan, rasanya jika aku harus
berubah menjadi sufistik, aku hidup bagai pungguk mengimpikan bulan. Terlalau
sempurna jika aku harus selalau berbicara sorga. Tapi seperti kata Tuhan, aku
harus menjaga hati ini, dari segala dosa, paling tidak sebagai wujud ke-sufi-an
yang kumiliki. Tanpa harus menjadi orang lain demi cinta.
Sekali
lagi kusebut namamu “Ieshfir Raihan, betapa namamu mewakili jasadmu tuk sekedar
memberikan senyuman termanismu pada calon penghuni sorga ini, amien.
bersamamu adalah sungguh harapku.
bersamamu adalah sungguh harapku.
Doaku untukmu,
meski kau mungkin dengan-NYA
Zee- Ieshfie&Afiya. Hf
Untuk Nama hanya sekedar fiktif.
Zee- Ieshfie&Afiya. Hf
Untuk Nama hanya sekedar fiktif.
kerinduanmu yang menggelayut tak bertepi. akankah menemui titik akhir yang pasti.semoga saja!! kawan :)
BalasHapusuntuk nama yang kau anggap samar. kau anggap topeng kau coba selimuti dengan rentetan celotehmu.
mungkinkah fiktif yang bernadi kenyataan?.
ataukah salah yang berdenyut kebenaran?.
terlalu sulit bagi manusia biasa untuk dapat mengerti dan menjalani Cinta ......
BalasHapustapi yang pasti, perkawinan dengan Cinta akan berlangsung selamnya .. karna CINTA itu HAKIKI.....
fiktif yang bernadi kenyataan,
BalasHapusataukah salah yang berdenyut kebenaran???
hal itulah yang tak mampu ku terjemahkan, bahkan tuk q bahasakan.
mungkin hanya bahasa Tuhan yang bisa menafsirkan semua.
kemana arah mata angin itu membawa, semoga terbaik.
karena cinta itu hakiki kata amien.