Perjalanan Hati Afiya 2
siang itu, ditengah teriknya mentari. ada pesan dinding yang menyambangi hatiku. betapa terkejut bukan main ketika ucapan salam mengawali percakapan menjijikkan siang itu. rupanya dia mengatakan ada rumor yang kurang begitu mengenakkan pendengarannya _ tentu bukan pendengaranku. betapa tidak, issu itu adalah ungkapan rasaku bahwa sufisme modern (sebutanku padanya) adalah suara hatiku. dia berharap bahwa rumor itu salah. seperti ungkapan katanya di pesan dinding itu, " Rumor itu salah kan?????". betapa pertanyaan itu menskak mati harapan dan ketergantungan hatiku padanya. jika kujawab iya sungguh aku tak sanggup kehilangan wibawaku sebagai seorang panutan di instansi kita berdua, tapi jika kujawab tidak, maka tentu dengan segala keihlasan hati aku harus mengubur semua impian dan harapanku bersanding di sampingmu. sungguh menyesakkan siang itu.......................
betapa rumit menjalani hidup, ketika semua pintu keberuntungan terasa sudah tertutup. siang itu pula kukatakan padanya " bahwa itu hanya rumor dan issu yang tidak berujung pada kebenaran. meski pada dasarnya hati ini menolak untuk menafikannya. "Sufisme Modernku, sungguh kau tak pernah peka menanggapi issu itu, betapa sungguh dibalik rumor itu ada bayangku yang selalu menatapmu dari jauh. hanya dua prediksiku saat ini "betapa kau sangat ingin menghapuskan namaku dan mendelete rumor itu atau bahkan kau mengharapku juga untuk menjelma wujud nyata disampingmu???? tapi rasanya opsi terakhir itu hanya obsesi seorang wanita tangguh yang selalu dihantui bayang-bayang semu sang Sufisme modern (Ieshfie)
ntah seperti apa cerita selanjutnya??? harapku pada malaikat, semoga mereka mendoakanku untuk dapat bersanding dengannya. Afiya-Fie.....
siang itu, ditengah teriknya mentari. ada pesan dinding yang menyambangi hatiku. betapa terkejut bukan main ketika ucapan salam mengawali percakapan menjijikkan siang itu. rupanya dia mengatakan ada rumor yang kurang begitu mengenakkan pendengarannya _ tentu bukan pendengaranku. betapa tidak, issu itu adalah ungkapan rasaku bahwa sufisme modern (sebutanku padanya) adalah suara hatiku. dia berharap bahwa rumor itu salah. seperti ungkapan katanya di pesan dinding itu, " Rumor itu salah kan?????". betapa pertanyaan itu menskak mati harapan dan ketergantungan hatiku padanya. jika kujawab iya sungguh aku tak sanggup kehilangan wibawaku sebagai seorang panutan di instansi kita berdua, tapi jika kujawab tidak, maka tentu dengan segala keihlasan hati aku harus mengubur semua impian dan harapanku bersanding di sampingmu. sungguh menyesakkan siang itu.......................
betapa rumit menjalani hidup, ketika semua pintu keberuntungan terasa sudah tertutup. siang itu pula kukatakan padanya " bahwa itu hanya rumor dan issu yang tidak berujung pada kebenaran. meski pada dasarnya hati ini menolak untuk menafikannya. "Sufisme Modernku, sungguh kau tak pernah peka menanggapi issu itu, betapa sungguh dibalik rumor itu ada bayangku yang selalu menatapmu dari jauh. hanya dua prediksiku saat ini "betapa kau sangat ingin menghapuskan namaku dan mendelete rumor itu atau bahkan kau mengharapku juga untuk menjelma wujud nyata disampingmu???? tapi rasanya opsi terakhir itu hanya obsesi seorang wanita tangguh yang selalu dihantui bayang-bayang semu sang Sufisme modern (Ieshfie)
ntah seperti apa cerita selanjutnya??? harapku pada malaikat, semoga mereka mendoakanku untuk dapat bersanding dengannya. Afiya-Fie.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar