KOREKSI DIRI TUK
MENJADI MUSLIM SEJATI*
Terlahir menjadi seorang “ manusia ideal ” merupakan suatu
keberuntungan yang luar biasa, tidak banyak orang yang mampu mencapainya. Butuh
pengorbanan dan perjuangan, serta kesabaran ulet yang harus diperhatikan tanpa
harus memperoleh keuntungan , butuh komitmen yang kuat dan kemauan super dalam
mencipta sebuah terobosan baru yang tersembunyi dalam berbagai macam bentuk
makhluk tuhan, utamanya menjadi manusia ideal dunia akhirat
Sulit memang, jika kita memikirkan
kehidupan yang sering kali mengalami berbagai hambatan yang tidak terkira.
Namun semua itu dapat teratasi dengan semangat juang masing-masing personal
untuk menjadi lebih baik.
Apalagi menelisik dan mengamati
keadaan bumi yang kita pijaki sekarang ini, seakan-akan sudah tidak ada lagi
ruang bagi manusia untuk menlementasikan agama tuhan(islam), semua sudah tidak
mersa memiliki jati diri, karena arus zaman, globalisasi,dan kemajuan teknologi
membuat manusia terlena dengan gemerlap rayuan dunia. Banyak dari mereka tidak
menyadari, bahwa jika terlelap sekejap, mereka akan tertinggal dari kemajuan
zaman hingga akhirnya hidup dalam keterpurukan.
Bahkan jika
sesaatpun mereka lengah pada rayuan musuh-musuh islam, mereka akan menjadi
korban dan boomerang bagi kehidupannya sendiri.
Mereka
melupakan satu hal dari dunia, yaitu bahwa dunia hanyalah sekedar main-main dan
senda gurau belaka
“
dan tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda gurau belaka dan
sungguh kampong akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa(Al-anam
6:32)
Manusia terlalu tersanjung dan
congka’ dengan keadaan dunia yang memanjakannya, mereka menggangap bahwa dunia
adalah miliknya tanpa harus ada pertanggung jawaban kepada tuhan, mereka lengah
dan hanya berfoya-foya, meelupakan kewajiban yang seharusnya dilakukan yaitu
حبل من الله،حبل من الناس و
حبل من العلم
“(hubungan
manusia dengan tuhan, sesame manusia dan dengan alam ), sehingga tidak
salah kiranya jika kita mengatakan “ tuhan cemburu, manusia lain menggerutu,
dan alampun menangis pilu ” hal tersebut terjadi tidak lain karena ulah manusia
yang sudah sibuk dengan diri sendiri dan melupakan lingkungan sekitar
Ada tiga hal yang seharusnya menjadi
koreksi dalam hidup manusia. Yang dengan tiga hal tersebut manusia akan menjadi
makhluk ideal dengan segala kesempurnaan. Cukup dengan merealisasikan tiga hal
tersebut dalam perjalanan hidup ini,maka keberuntungan akan dengan lapang dada
mendekati manusia, dengan selalu membenahi kekurangan dan memupuk kepudaran
rasa terhadap tiga hal yang sangat berkaitan erat dalam Menapaki kehidupan. Cukup
dengan pertanyaan” bagaimana” maka kita akan sadar dari kelalaian kita sebagai
seorang hamba.
Kita rinci
dari pertanyaan pertama.
1.bagaimana
hubungan manusia dengan tuhan ?
Menjawab dari pertanyaan tersebut,
sepertinya sudah tidak ada kata lagi kata tuhan (Allah) dalam perjalanan manusia, karena mereka sudah
menuhankan “Harta, tahta, dan wanita”, mereka rela melakukan apa saja untuk
memperoleh tiga hal tersebut, bahkan jika harus menempuh jalan yang diharamkan
sekalipun.
Pada realitas sekarang ini, tidak
jarang kita temukan , seorang anak yang membunuh orang tuanya demi mendapatkan
harta waris lebih cepat. Dia lupa bahwa dalam hokum pidana, “ harta waris itu
diberikan karena faktor kematian , dan penyebab dari kematian itu (pembunuh) tidak
akan mendapatkan harta waris “, sehingga
tinggallah penyesaln mendalam yang mendera anak tersebut, dan akhirnya mendekam
dalam penjara. Hanya karena harta dia melupakan adanya tuhan sang maha pemberi
rizki yang akan memberikan penghidupan kepada hambaNYA yang selalu menghidupkan
nama tuhan di setiap langkahnya. Kita tidak
perlu ragu selama kita menyadari firmanNya ini
“Allah
tidak menganiaya mereka, tetapi mereka menganiaya diri mereka sendiri ( AQS
3:117).
Sehingga sangat jelas bahwa penentu
kehidupan manusia adalah manusia itu sendiri, (mau dibawa kemana hubunga
kita????.....Sabda Armada.), dan manusialah yang mempunyai kekuasaan otoritas
tentang jalan hubungannya dengan tuhan, mau mengakhiri atau meneruskan ke
jenjang yang lebbih serius dengan segala konsekuensi dari keduanya. Jika
mengakhiri, maka tentulah neraka menanti. Tetapi jika diteruskan maka akan ada
suatu kejutan dan kenikmatan special dari tuhan, yang tidak akan pernah
tertandingi kedahsyatannya, yaitu mendapatkan tiket gratis bertemu tuhan kelak
di surga dengan berbagai sajian menu yang tidak kita jumpai sebelumnya di
dunia.
Pemikiran
dangkal manusialah yang akan menjatuhkan dirinya pada jurang kenistaan,
sehingga kita harus berbenah diri didalam hal membina hubungan cinta kasih
dengan tuhan. Jangan sampai tuhan cemburu dan meniadakan nama kita dari daftar
kekasihNya. Betapa kita akan menjadi manusia paling rugi jika tidak lagi di
anggap ada oleh tuhan. Kiat harus memahami dan mengetahui keinginan kekasih
kita, karena bukan kekasih namanya jika dia tidak ingin dimengerti pasanganya.
Allah menyampaikan dalam firmanNya : الجن والانس الا ليعبدو وماخلقت
Artinya:
“tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah dan beribadah
kepadaKu”.
Sangat jelas kiranya bahwa kita
hanya harus menyembah dan beribadah kepada Allah, dengan tidak menduakan dan
menyembah tuhan selain diriNya. Harus selalu beribadah dan memenuhi
panggilanNya.seperti ketika kita sedang menekuni pekerjaan (Dosen dengan
rutinitas mengajarnya, petani dengan membajaknya sawahnya, mahasiswa dengan
proses belajar dan bermain, pemerintah dengan segala tebaran kertas di mejanya
serta segala rutinitas lainnya,) harus berhenti sejenak untuk menyempatkan diri
bertemu dan menjamu tuhan dalam sholat,serta menjalankan kewajiban-kewajiban
lainnya. Tinngalkan sejenak urusan dunia untuk mencipta bekal di akhirat.
2.bagaimana
hubungan kita dengan sesama manusia (muamalah) ?
Hubungan
inilah yang akan banyak memberikan dampak, baik maupun buruk, terhadap
perjalanan hidup manusia, karena manusia saling hidup menopang dan selalu
bersama dalam menapaki kehidupan. Perbedaan potensi manusia yang satu dengan
yang lain dalam hal kemampuan dan proses
toleransi itu berbda-beda, sehingga kekebalan manusia untuk membentengi
diri dari pengaruh buruk perlu ditingkatkan, tetapi didalam menjalankan kebersamaan
tidak boleh ada perbedaan dan pertentangan yang akhirnya akan mengakibatkan
perpecahan. Ada dua kata yang nantinya
akan mempersatukan antar manusia yaitu” silatur rahim”. Silatur rahim adalah
kata majemuk yang terambil dari kata silat dan rahim. Kata silat berakar dari
kata yang berarti “menyambung ” “dan
menghimpun” ini berarti hanya yang putus dan terseraklah yang dituju
oleh kata silat. Sedangkan kata rahim pada mulanya berarti “ kata sayang”
kemudian berkembang sehingga berarti pula “peranakan” ( kandungan) karena anak
yang dikandung selalu mendapatka curahan kasih saying dari orang tuanya
(Quraish shihab, penulis buku membumikan Al Quran)
Islam
menawarkan sebuah solusi efektif bagi mereka yang sedang bergelut dengan
perpecahan, individulisme dan egoisme, Silaturrahim menjadi sebuah konsep untuk
menyambung kemballi yang putus, menghangatkan dan bahkan mencairkan yang beku,
kenapa harus konsep ini?
Karena islam
sangat menjungjung tinggi persaudaraan, bahkan keharusan manusia adalah
bersama-sama melangkah untuk merengkuh Ridho Allah, ketika rasa saling
bersaudara tidak lagi dimiliki oleh
masing-masing individu islam, maka perpecahan islam akan segera kita temui,
mulai dari mereka yang tidak peduli ketika islam dihina, diancam, dimusuhi dan
diperangi. Bahakan ketika melihat saudara mati karena ditindas oleh sang
penguasa, rasanya tidak terenyuh apalagi
terusik untuk bergerak “ to do, to action
and to help. Naudzubillah min dzalik.
Ironinya
terkadang kita tidak mengenal satu persatu tetangga yang bersebelahan, apalagi
kehidupa di kota yang cenderung indivilualisme, jam 7 pagi berangkat kerja ,dan
pada jam 17.00 baru bisa melihat indahnya istana “ baru datang, tutup gerbang,
istirahat panjang hingga akhirnya pagipun datang lagi menjelang.” Lalu bisakah kita
mengenal satu sama lain?, tentu jawabannya tidak!!!!!. maka konsep silaturrahim inilah yang akan
terus memupuk حبل من الناس agar persaudaraan semakin erat, selalu terasa nikmat, damai dan
saling melindungi bersam-sama menapaki jalan tuhan, dan atas dasar persaudaraan
kita masuki surga tuhan dengan saling bergandengan tangan
وا عتصموا بحبل الله جميعا ولا
تفر قوا
“Berpegang
tegihlah kamu pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai!!!” itu perintah tuhan, maka kita harus
benar-benar membina hubungan yang baik denagn sesama manusia, toleransi, dan
saling melengkapi jika terdapat kekurangan.
Lalu
bagaimana dengan peruses koreksi kita yang ketiga. Apakah sudah ikut andil
dalam gerakan Back to nature?????
3. bagaimana hubungan kita dengan alam ?????
Dewasa ini,
alam benar-benar menyita pikiran manusia yang menghuninya. Bahkan alam
sepertinya terlalu sakit. Hingga menumpahkan kekesalannya lewat air mata
bencana, ia tidak lagi mampu memendam kejengkelan dan kekesalannya pada manusia,
betapa tidak? Alam dilakukan tidak senonoh oleh manusia, mereka berjalan dengan
angkuh dimuka bumi ini dan mencipta kerusakan. Padahal tidak sedikit Allah
memperingati manusia didalam kitabnya yang suci …
ولا تفسدوا في الأرض، ان الله لا يحن
"janganlah
engkau membuat kerusakan di muka bumi ini sesungguhnya Allah tidak senang kepada orang
yang membuat kerusakan”
kita dapati
bencana seperti banjir dimana-mana(Jakarta, jawa timur, jawa tengah dan jawa
barat, bahkan diseluruh penjuru dunia ) yang mampu membuat kita meneteskan air
mata haru. Rumah masyarakat tenggelam, barang-barang terseret derasnya air,
sanak family hilang tidak ada kabar, bahkan didalam keadaan ekonomi mencekik,
mereka masih harus memperbaiki tempat tiggalnya. Miris sekali rasanya ketika
mendengar alam dan penghuninya dari
segala penjuru dunia menangis serentak akibat tidak adanya hubungan timbal balik
antar keduanya, karena ketika banjir, tentu diamping karena hokum alam, juga
ada intervensi manusia dalam insiden
tersebut, sungai meluap tentu karena sudah tidak lagi bisa menampung kadar air
yang seharusnya muat dengan kedalaman sungai itu, dan hal ini di picu oleh
banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh tangan bejat- bejat tidak tau di untung, “manusia”. Atau dengan segala keserakahan manusia, mereka menebangi
hutan dan pohon-pohon secara liar, sehingga akar yang ada didalam tanah tidak
lagi bisa menyerap air, mengakibatkan air akan terus menggenang di permukaan.
Keharusan manusia sebagai khalifah fil ardl adalah
menggunaka kemampuan akalnya untuk mencipta alam yang sedemikian rupa ini semakin berkembang, memanfaatkan
dengan jalah mengolah untuk kemaslahatan
umat.
Hubungan
timbal balik seharusnya di implementasikan
sebagai rasa syukur seorang hamba kepada tuhan. Tuhan memberikan
kecukupan lewat perantara alam, ia memenuhi semua kebutuhan hidup manusia,
sehingga manusia juga harus menghargai dan memperlakukan alam layaknya
mencintai diri sendiri. Seperti membuang sampah pada tempanya, tidak mengotori
lingkungan, tidak menebang pohon secara liar, mengerus tambang tanpa memikrkan
dampaknya dll.” Karena orang adil adalah
orang yang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya.”
Dengan title
manusia yang kita sandang, maka kita harus menerima dan melaksanakan
konsekuensi serta kewajiban yang di bebankan padanya. Dalam islam sangat
ditekankan menjaga persaudaraan serta
Bersama-sama kita memupuk cinta kepada tuhan lewat penghambaan dan kepasrahan
diri kepadaNYA, dan lewat sesama manusia serta alam kita jadikan sarana untuk
merengkuh cinta dan kasih-Nya. Mari koreksi diri agar menjadi Muslim yang
Sejati, Amien.
*Penulis adalah Afiyatun Hafidh,
santri PP UII Putri
dan Mahasiswa Fakultas Hukum UII