Senin, 17 Juni 2013

Bagaimana dan dimana Posisi Kita?

KOREKSI DIRI TUK MENJADI MUSLIM SEJATI*
            Terlahir menjadi  seorang “ manusia ideal ” merupakan suatu keberuntungan yang luar biasa, tidak banyak orang yang mampu mencapainya. Butuh pengorbanan dan perjuangan, serta kesabaran ulet yang harus diperhatikan tanpa harus memperoleh keuntungan , butuh komitmen yang kuat dan kemauan super dalam mencipta sebuah terobosan baru yang tersembunyi dalam berbagai macam bentuk makhluk tuhan, utamanya menjadi manusia ideal dunia akhirat
            Sulit memang, jika kita memikirkan kehidupan yang sering kali mengalami berbagai hambatan yang tidak terkira. Namun semua itu dapat teratasi dengan semangat juang masing-masing personal untuk menjadi lebih baik.
            Apalagi menelisik dan mengamati keadaan bumi yang kita pijaki sekarang ini, seakan-akan sudah tidak ada lagi ruang bagi manusia untuk menlementasikan agama tuhan(islam), semua sudah tidak mersa memiliki jati diri, karena arus zaman, globalisasi,dan kemajuan teknologi membuat manusia terlena dengan gemerlap rayuan dunia. Banyak dari mereka tidak menyadari, bahwa jika terlelap sekejap, mereka akan tertinggal dari kemajuan zaman hingga akhirnya hidup dalam keterpurukan.
Bahkan jika sesaatpun mereka lengah pada rayuan musuh-musuh islam, mereka akan menjadi korban dan boomerang bagi kehidupannya sendiri.
Mereka melupakan satu hal dari dunia, yaitu bahwa dunia hanyalah sekedar main-main dan senda gurau belaka
            “ dan tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda gurau belaka dan sungguh kampong akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa(Al-anam 6:32)
            Manusia terlalu tersanjung dan congka’ dengan keadaan dunia yang memanjakannya, mereka menggangap bahwa dunia adalah miliknya tanpa harus ada pertanggung jawaban kepada tuhan, mereka lengah dan hanya berfoya-foya, meelupakan kewajiban yang seharusnya dilakukan yaitu
   حبل من الله،حبل من الناس و حبل من العلم    
            “(hubungan manusia dengan tuhan, sesame manusia dan dengan alam ), sehingga tidak salah kiranya jika kita mengatakan “ tuhan cemburu, manusia lain menggerutu, dan alampun menangis pilu ” hal tersebut terjadi tidak lain karena ulah manusia yang sudah sibuk dengan diri sendiri dan melupakan lingkungan sekitar
            Ada tiga hal yang seharusnya menjadi koreksi dalam hidup manusia. Yang dengan tiga hal tersebut manusia akan menjadi makhluk ideal dengan segala kesempurnaan. Cukup dengan merealisasikan tiga hal tersebut dalam perjalanan hidup ini,maka keberuntungan akan dengan lapang dada mendekati manusia, dengan selalu membenahi kekurangan dan memupuk kepudaran rasa terhadap tiga hal yang sangat berkaitan erat dalam Menapaki kehidupan. Cukup dengan pertanyaan” bagaimana” maka kita akan sadar dari kelalaian kita sebagai seorang hamba.
Kita rinci dari pertanyaan pertama.
            1.bagaimana hubungan manusia  dengan tuhan ?
            Menjawab dari pertanyaan tersebut, sepertinya sudah tidak ada kata lagi kata tuhan (Allah)  dalam perjalanan manusia, karena mereka sudah menuhankan “Harta, tahta, dan wanita”, mereka rela melakukan apa saja untuk memperoleh tiga hal tersebut, bahkan jika harus menempuh jalan yang  diharamkan  sekalipun.
            Pada realitas sekarang ini, tidak jarang kita temukan , seorang anak yang membunuh orang tuanya demi mendapatkan harta waris lebih cepat. Dia lupa bahwa dalam hokum pidana, “ harta waris itu diberikan karena faktor kematian , dan penyebab dari kematian itu (pembunuh) tidak akan mendapatkan harta waris  “, sehingga tinggallah penyesaln mendalam yang mendera anak tersebut, dan akhirnya mendekam dalam penjara. Hanya karena harta dia melupakan adanya tuhan sang maha pemberi rizki yang akan memberikan penghidupan kepada hambaNYA yang selalu menghidupkan nama tuhan  di setiap langkahnya. Kita tidak perlu ragu selama kita menyadari firmanNya ini
            “Allah tidak menganiaya mereka, tetapi mereka menganiaya diri mereka sendiri ( AQS 3:117).
            Sehingga sangat jelas bahwa penentu kehidupan manusia adalah manusia itu sendiri, (mau dibawa kemana hubunga kita????.....Sabda Armada.), dan manusialah yang mempunyai kekuasaan otoritas tentang jalan hubungannya dengan tuhan, mau mengakhiri atau meneruskan ke jenjang yang lebbih serius dengan segala konsekuensi dari keduanya. Jika mengakhiri, maka tentulah neraka menanti. Tetapi jika diteruskan maka akan ada suatu kejutan dan kenikmatan special dari tuhan, yang tidak akan pernah tertandingi kedahsyatannya, yaitu mendapatkan tiket gratis bertemu tuhan kelak di surga dengan berbagai sajian menu yang tidak kita jumpai sebelumnya di dunia.
            Pemikiran dangkal manusialah yang akan menjatuhkan dirinya pada jurang kenistaan, sehingga kita harus berbenah diri didalam hal membina hubungan cinta kasih dengan tuhan. Jangan sampai tuhan cemburu dan meniadakan nama kita dari daftar kekasihNya. Betapa kita akan menjadi manusia paling rugi jika tidak lagi di anggap ada oleh tuhan. Kiat harus memahami dan mengetahui keinginan kekasih kita, karena bukan kekasih namanya jika dia tidak ingin dimengerti pasanganya. Allah menyampaikan dalam firmanNya : الجن والانس الا ليعبدو            وماخلقت
            Artinya: “tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah dan beribadah kepadaKu”.
            Sangat jelas kiranya bahwa kita hanya harus menyembah dan beribadah kepada Allah, dengan tidak menduakan dan menyembah tuhan selain diriNya. Harus selalu beribadah dan memenuhi panggilanNya.seperti ketika kita sedang menekuni pekerjaan (Dosen dengan rutinitas mengajarnya, petani dengan membajaknya sawahnya, mahasiswa dengan proses belajar dan bermain, pemerintah dengan segala tebaran kertas di mejanya serta segala rutinitas lainnya,) harus berhenti sejenak untuk menyempatkan diri bertemu dan menjamu tuhan dalam sholat,serta menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya. Tinngalkan sejenak urusan dunia untuk mencipta bekal di akhirat.
            2.bagaimana hubungan kita dengan sesama manusia (muamalah) ?
            Hubungan inilah yang akan banyak memberikan dampak, baik maupun buruk, terhadap perjalanan hidup manusia, karena manusia saling hidup menopang dan selalu bersama dalam menapaki kehidupan. Perbedaan potensi manusia yang satu dengan yang lain dalam hal kemampuan dan proses  toleransi itu berbda-beda, sehingga kekebalan manusia untuk membentengi diri dari pengaruh buruk perlu ditingkatkan, tetapi didalam menjalankan kebersamaan tidak boleh ada perbedaan dan pertentangan yang akhirnya akan mengakibatkan perpecahan. Ada dua kata  yang nantinya akan mempersatukan antar manusia yaitu” silatur rahim”. Silatur rahim adalah kata majemuk yang terambil dari kata silat dan rahim. Kata silat berakar dari kata yang berarti “menyambung ” “dan  menghimpun” ini berarti hanya yang putus dan terseraklah yang dituju oleh kata silat. Sedangkan kata rahim pada mulanya berarti “ kata sayang” kemudian berkembang sehingga berarti pula “peranakan” ( kandungan) karena anak yang dikandung selalu mendapatka curahan kasih saying dari orang tuanya (Quraish shihab, penulis buku membumikan Al Quran)
            Islam menawarkan sebuah solusi efektif bagi mereka yang sedang bergelut dengan perpecahan, individulisme dan egoisme, Silaturrahim menjadi sebuah konsep untuk menyambung kemballi yang putus, menghangatkan dan bahkan mencairkan yang beku, kenapa harus konsep ini?
            Karena islam sangat menjungjung tinggi persaudaraan, bahkan keharusan manusia adalah bersama-sama melangkah untuk merengkuh Ridho Allah, ketika rasa saling bersaudara   tidak lagi dimiliki oleh masing-masing individu islam, maka perpecahan islam akan segera kita temui, mulai dari mereka yang tidak peduli ketika islam dihina, diancam, dimusuhi dan diperangi. Bahakan ketika melihat saudara mati karena ditindas oleh sang penguasa, rasanya tidak  terenyuh apalagi terusik untuk bergerak “ to do, to action and to help. Naudzubillah min dzalik.
            Ironinya terkadang kita tidak mengenal satu persatu tetangga yang bersebelahan, apalagi kehidupa di kota yang cenderung indivilualisme, jam 7 pagi berangkat kerja ,dan pada jam 17.00 baru bisa melihat indahnya istana “ baru datang, tutup gerbang, istirahat panjang hingga akhirnya pagipun datang lagi menjelang.” Lalu bisakah kita mengenal satu sama lain?, tentu jawabannya tidak!!!!!.  maka konsep silaturrahim inilah yang akan terus memupuk  حبل من الناس agar persaudaraan semakin erat, selalu terasa nikmat, damai dan saling melindungi bersam-sama menapaki jalan tuhan, dan atas dasar persaudaraan kita masuki surga tuhan dengan saling bergandengan tangan
 وا عتصموا بحبل الله جميعا ولا تفر قوا  
            “Berpegang tegihlah kamu pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai!!!” itu perintah tuhan, maka kita harus benar-benar membina hubungan yang baik denagn sesama manusia, toleransi, dan saling melengkapi jika terdapat kekurangan.
            Lalu bagaimana dengan peruses koreksi kita yang ketiga. Apakah sudah ikut andil dalam gerakan Back to nature?????
            3. bagaimana hubungan kita dengan alam ?????
            Dewasa ini, alam benar-benar menyita pikiran manusia yang menghuninya. Bahkan alam sepertinya terlalu sakit. Hingga menumpahkan kekesalannya lewat air mata bencana, ia tidak lagi mampu memendam  kejengkelan dan kekesalannya pada manusia, betapa tidak? Alam dilakukan tidak senonoh oleh manusia, mereka berjalan dengan angkuh dimuka bumi ini dan mencipta kerusakan. Padahal tidak sedikit Allah memperingati manusia didalam kitabnya yang suci               ولا تفسدوا في الأرض، ان الله لا يحن 
            "janganlah engkau membuat kerusakan di muka bumi ini  sesungguhnya Allah tidak senang kepada orang yang membuat kerusakan”
            kita dapati bencana seperti banjir dimana-mana(Jakarta, jawa timur, jawa tengah dan jawa barat, bahkan diseluruh penjuru dunia ) yang mampu membuat kita meneteskan air mata haru. Rumah masyarakat tenggelam, barang-barang terseret derasnya air, sanak family hilang tidak ada kabar, bahkan didalam keadaan ekonomi mencekik, mereka masih harus memperbaiki tempat tiggalnya. Miris sekali rasanya ketika mendengar alam dan penghuninya  dari segala penjuru dunia menangis serentak akibat tidak adanya hubungan timbal balik antar keduanya, karena ketika banjir, tentu diamping karena hokum alam, juga ada  intervensi manusia dalam insiden tersebut, sungai meluap tentu karena sudah tidak lagi bisa menampung kadar air yang seharusnya muat dengan kedalaman sungai itu, dan hal ini di picu oleh banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh tangan bejat- bejat  tidak tau di untung, “manusia”. Atau dengan segala keserakahan manusia, mereka menebangi hutan dan pohon-pohon secara liar, sehingga akar yang ada didalam tanah tidak lagi bisa menyerap air, mengakibatkan air akan terus menggenang di permukaan.
             Keharusan manusia sebagai khalifah fil ardl adalah menggunaka kemampuan akalnya untuk mencipta alam yang sedemikian rupa  ini semakin berkembang, memanfaatkan dengan  jalah mengolah untuk kemaslahatan umat.
            Hubungan timbal balik seharusnya di implementasikan  sebagai rasa syukur seorang hamba kepada tuhan. Tuhan memberikan kecukupan lewat perantara alam, ia memenuhi semua kebutuhan hidup manusia, sehingga manusia juga harus menghargai dan memperlakukan alam layaknya mencintai diri sendiri. Seperti membuang sampah pada tempanya, tidak mengotori lingkungan, tidak menebang pohon secara liar, mengerus tambang tanpa memikrkan dampaknya dll.” Karena orang adil adalah orang yang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya.”
            Dengan title manusia yang kita sandang, maka kita harus menerima dan melaksanakan konsekuensi serta kewajiban yang di bebankan padanya. Dalam islam sangat ditekankan  menjaga persaudaraan serta Bersama-sama kita memupuk cinta kepada tuhan lewat penghambaan dan kepasrahan diri kepadaNYA, dan lewat sesama manusia serta alam kita jadikan sarana untuk merengkuh cinta dan kasih-Nya. Mari koreksi diri agar menjadi Muslim yang Sejati, Amien.                 
 
 
 
*Penulis adalah Afiyatun Hafidh, santri PP UII Putri
dan Mahasiswa Fakultas Hukum UII

Tidak ada komentar:

Posting Komentar