Selasa, 08 Januari 2013

Subhanallah sekali Alquran itu....


SAINS, Wujud Eksplorasi Alquran
“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah,kamu tidak dapat menembusnya  kecuali dengan kekuatan”
 (QS Ar Rahman(33))
            Alquran merupakan suatu pedoman nyata bagi umat islam di dunia. Keabsahan dan kebenarannya tidak perlu diragukan lagi, karena pembenaran lewat bukti  pengeksplorasian muatan isi alquran sangat terlihat di dunia. Mulai dari para ilmuan yang semakin hari membuktikan bahwa alquran memuat segala aspek dari cabang ilmu pengetahuan,  sains, astronomi , hukum dan lain sebagainya. Meski memang hanya secara global alquran menjelaskan tentang berbagai macam ilmu tersebut, tetapi  alquran tetap menjadi  landasan terlengkap yang dimiliki oleh umat islam, bahkan  Secara harfiah Alquranul karim memiliki makna “bacaan yang mencapai puncak  kesempurnaan” . merujuk pada pendapat mufassir M.Quraish Shihab, kemahamuliaan dan kemahasempurnaan bacaan ini tidak hanya dapat dipahami oleh para pakar, tetapi juga oleh  semua orang yang menggunakan “sedikit” ilmu pengetahuannya.
            Berbicara masalah alquran, maka tentu tak ada keraguan didalamnya. Bahkan sudah merupakan suatu keharusan bagi umat islam untuk menginterpretasikannya secara benar. Seperti halnya hadits nabi yang menganjurkan umatnya untuk memikirkan ciptaan Allah, “pikirkanlah ciptaan Allah dan jangan memikirkan Dzat Allah, sebab kamu tak akan mampu mencapainya”, demikian pula dengan alquran, didalamnya banyak termaktub ayat-ayat Allah yang berkaitan dengan alam, sehingga menguraikan ayat-ayat tersebut sudah sepantasnya untuk menambah keimanan seseorang.
            Menurut hemat penulis, apa yang disabdakan Nabi dan yang difirmankan Tuhan diatas ini memberikan kesempatan kepada manusia untuk melakukan pemikiran dan eksplorasi terhadap alam semesta. Upaya penaklukan ruang angkasa harus dilihat sebagai suatu ibadah manusia yang ditujukan selain untuk memahami rahasia alam, juga demi masa depan kehidupan manusia. Pencarian ilmu bagi manusia yang menamakan dirinya sebagai umat islam merupakan suatu kewajiban sebagai bentuk eksistensi keberadaannya di alam semesta ini. ilmu pengetahuan dapat memperluas cakrawala dan memperkaya bahan pertimbangan dalam segala sikap dan tindakan. Keluasan wawasan, pandangan serta kekayaan informasi akan membuat seseorang lebih cenderung pada kebenaran dan realita.
            Orang berilmu pahalanya melebihi dari orang yang banyak ibadah. Ilmu manfaatnya tidak terbatas, bukan hanya bagi pemiliknya, tetapi ia membias ke orang lain yang mendengarkan dan membaca tulisannya, layaknya orang bercermin yang membiaskan pantulan cahaya kepada orang yang melihatnya,dengan bias ilmu yang dipancarkan, maka tentulah pantulan cahaya kebaikan dengan energi positif menyebar ke seluruh penjuru dunia.
            Sebaimana dikata oleh beberapa pakar, bahwa ilmu dan pengaruhnya tetap abadi dan lestari selama masih ada orang yang memanfaatkannya, meskipun sudah beberapa ribu tahun. Tetapi pahala yang diberikan pada peribadahan seseorang , akan segera berakhir dengan berakhirnya pelaksanaan dan kegiatan ibadah tersebut.
            Alquran sebagai wujud formal dari agama islam sudah menjelaskan tentang ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Sebagaimana disampaikan oleh seorang ilmuan matematika dan fisika dsri mesir, Dr.Mansour Hassab Elnaby merasa adanya sinyal-sinyal dari alquran yang membuat ia tertarik untuk menghitung kecepatan cahaya, terutama berdasarkan data-data yang disajikan Alquran. Dalam bukunya yang berjudul “ A New Astronomical Quranic Method of the Speed C”, Masnour Hassab Enaby menguraikan secara jelas dan sistematis tentang cara menghitung kecepatan cahaya berdasarkan redaksi ayat-ayat alquran. Dalam menghitung kecepatan cahaya ini, Mansour menggunakan sistem yang lazim dipakai oleh ahli astronomi yaitu sistem sideral.
            Sesuai dengan penjelasan diatas, ada beberapa ayat Alquran yang bisa dijadikan rujukan dan pedoman bahwa didalam alquran sangat berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan sains, pertama,  “Dialah Allah yang menciptakan Matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkannya tempat perjalanan bulan itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan “ (QS. Yunus ayat 5)
Kedua, “Dialah Allah yang menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan masing – masing beredar dalam garis edarnya (QS. Anbiya ayat 33)
Ketiga, “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu kembali kepadaNYA dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS Sajadah ayat 5)
            Dari ayat-ayat ini sudah sangat jelas bahwa mengeksplorasi kebesaran Allah lewat Ayat-ayatnya adalah  sebagai wujud peghambaan seorang hamba Allah kepada Tuhannya. Alquran sudah menyediakan point-point penting secara jelas tentang beberapa ketentuan yang bisa secara jelas kita lakukan penelitian untuk membenarkan firman Allah tersebut.
            Sains seharusnya memang dapat diuji dan diargumentasi oleh semua orang tanpa memandang apapun keyakinannya. Semua penganut agama harus memahami bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, dan bukan sebaliknya. Semua penganut agama harus paham bahwa sinar matahari dapat dimanfaatkan menjadi energi. Karena hal ini memang terbukti lewat pendekatan sains, aka tetapi disini penulis ingin menekankan bahwa sebelum dibenarkan oleh pendekatan sains, Allah lewat firmannya Alquran sudah menjelaskan terlebih dahulu tentang ketentuan ketentuan umum ilmu sains tersebut, maha sempurna Allah lewat firmannya mampu menjawab tantangan global dan memberikan pencerahan pada manusia untuk melakukan pengeksplorasian terhadap ayat-ayatnya yang relevan.
            Sehingga bisa disimpulkan bahwa agama islam memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembngan ilmu pengetahuan, khususnya tentang sains, astronomi dll. Karena ayat-ayat Allah sudah sangat jelas memaparkannya.

Afiyatun Hafidh (11410580)
Mahasiswi fakultas Hukum ‘11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar