DOA KEPERGIAN....
“Ku lepas semua yang ku inginkan,
tak akan ku ulangi ... maafkan jika kau kusayangi dan bila ku menanti,
pernah kah engkau coba mengerti, lihat aq disini, mungkinkah jika aq bermimpi,
salahkah tuk menanti, tak kan lelah...”.
tak akan ku ulangi ... maafkan jika kau kusayangi dan bila ku menanti,
pernah kah engkau coba mengerti, lihat aq disini, mungkinkah jika aq bermimpi,
salahkah tuk menanti, tak kan lelah...”.
Sayup sayup lagu
itu terdengar di tengah kesepian
mencekam sore itu, bersama dengan tetesan air hujan, gadis itu seakan berlomba
membasahi bumi dengan airmatanya. Tak mudah memaknai segala rasa yang mungkin
mengoyak pertahanan gadis yang mematung kala itu. Tapi air matanya seakan
bercerita, “bahwa ia sedang dilanda derita, ia seperti sedang menunggu,
berharap ada orang datang ditengah kekalutan hati yang tak dipahami hujan, lalu
lalang para pengendara motor yang semakin menjauh, serta egoisme petir yang saling
bersahutan dengan bahasa yang tak dipahami orang lain”.
Hampir setiap sore
mulut perempuan itu terkatup, dengan mata memerah, ia terpekur sendirian sambil
sejenak menatap lorong-lorong sunyi disamping bangunan angker berlantai lima
itu, tapi pada detik yang lain, berulangkali ia menatap jam tangannya, seakan
semakin resah, gelisah dikala jam itu menunjukkan akan segera berganti hari, air
matanya semakin deras mengalir. Tetapi sejenak ia tertegun mendengar derap
langkah perempuan sebayanya menghampiri,
“aku melihatmu sedaritadi hanya menangis? Ada yang mengganggu
pikiranmu?” “aku tak mampu mengutarakannya dengan ucap, aku tak
sanggup...” perempuan itu berlari dengan
begitu cepat, hingga sekejap ia sudah menghilang dari pandangan. Perempuan sebayanya
itu menjadi tak mengerti, “apa yang telah membuat risau perempuan itu?” ia
menggumam.
Rupanya perempuan
itu tak hanya sebatas berdiam, menangis tanpa henti, tetapi ternyata ia
mencurahkan semua isi hatinya pada seonggok kertas yang tertinggal tadi saat ia
berlari. Perempuan sebayanya itu menjadi mengerti, mengapa ia tadi mengatakan
tak mampu jika harus mengutarakannya dengan ucap, karena baginya hanya kata
yang mampu mengerti isi hatinya, tanpa “kata” itu harus berkomentar dengan apa
yang dia ceritakan.
Air mata perempuan sebayanya itu
menetes semakin deras, setelah perlahan membuka dan membaca dari apa yang
perempuan itu ceritakan disana...
01 januari 2013
01 januari 2013
Awal aku membuka mata uuntuk dunia, aku melihatmu berdiri disana
dengan seulas senyum yang tak mungkin aku lupakan untuk hari-hari selanjutnya.
Betapa tulus kau berikan sapa padaku, meski mungkin bagimu itu tak ada arti.
01 februari 2013
Sejak itu aku tak pernah lagi tahu kabar keberadaanmu, tak pernah
lagi bertatap bahkan walau hanya sekedar melihatmu berjalan di seberang sana.
Banyak hal yang aku alami sejak itu, karena aku tahu kamu adalah sosok panutan
disana, bahkan kau merupakan pribadi mulia dengan selalu menjaga ayat-ayat
Tuhan. Aku mulai sedkit memperbaiki sikapku yang semrawutan menjadi lebih
sopan, mulai selalu membaca, merenungi dan mengingat lafadz Tuhan persis
seperti rutinitasmu setiap hari. Bahkan pernah suatu hari aku tertawa pada
diriku sendiri karena temanku dengan sengaja bertanya, ini pribadimu? Kenapa
kau mendadak berubah menjadi seperti sufisme modern?. Papar orang-orang
terdekatku. Lalu aku jawab juga dengan
seperti tak percaya “ aku ikhlas dan lebih nyaman seperti ini”
04 maret 2013
Aku hanya bisa menanyakanmu lewat teman dekatmu, bahkan yang
kutahu, kau tak pernah mengerti bahwa aku selalu berdiri disini. Aku mulai
jenuh dengan keadaanku, hampir setiap hari aku hanya selalu mampu mengingat
postur tubuhmu dari sudut belakang, betapa hanya sebatas punggung, karena sudah
dalam waktu yang cukup lama aku tak pernah lagi berpapasan denganmu. Kau tahu,
aku malu pada Tuhan, karena ingatanku lebih kuat tentangmu dari pada NYA. Tapi
sejenak aku menjadi tersadar dengan ungkapan senada yang pernah disampaikan sang
motivator ternama itu “ jika engkau tegas menghormati dirimu, Tuhan akan
memantaskan jodoh yang menghormatimu”, ternyata sakit ketika aku harus
menyiksa diriku tanpa dia tahu kalau aku selalu menganggapnya berarti. Bahkan
mungkin aku yakin kalau sedetikpun dia tak pernah mengingatku. Hingga aku
bertumpu pada satu ujung kesadaran, kalau aku akan menitipkan namamu pada Tuhan
saja, aku akan lebih menghormatiku dengan tidak selalu memikirkanmu tanpa
izinmu, hingga nanti biarlah Tuhan yang menentukan siapa orang yang selalu
menghormatiku.
05 april 2013
Selama ini aku tetap bertahan, dengan tanpa ada perubahan karena
aku hanya mampu memendam rasa. Kau tahu seperti apa rasanya? Sangat sakit,
sakit sekali sampai mencapai titik kulminasi “hatiku lumpuh dan seperti sudah
tidak lagi merasakan sakit”. Aku tahu ceritaku ini memang bukan berharap untuk
dikasihani, tapi aku hanya meminta agar kau menganggapku ada disini, disisi.
Hari hariku di bulan ini, menjadi selalu dihantui rasa tak percaya,
karena aku mendengar kabar kalau kau akan pergi untuk waktu yang lama. Lebih
sakit lagi ketika aku harus mendengarnya dari orang lain, sungguh kau tak punya
inisiatif untuk menghindari sikap dari tidak membuat orang lain terluka.
01 mei 2013
Yah kau memang hebat, kau mampu membuat takjub orang disekitarmu.
Tapi kau tak pernah membuatku tertawa karena aku mengagumimu. Semakin hari aku
semakin risau, karena ternyata pergantian hari itu semakin dekat mengantarkanmu
pada ujung hari keberangkatanmu. Lagi-lagi aku harus sakit, sakit, sakit untuk
yang kesekian kalinya.. hampir setiap hari aku menangis, menangisi keadaan yang
tak memihak kepadaku. Hanya tinggal menghitung hari keberangkatanmu, hatiku
semakin kalut karena aku tak bisa menyampaikan salam terakhir dan melambaikan
salam perpisahan untukmu... pilu, membayangkan saja aku tak sanggup, di
hari-hari biasanya saja aku tak pernah berpapas denganmu, apalagi ketika dalam
waktu yang cukup lama kau berada di negeri jiran, sungguh kau seperti
membunuhku secara perlahan, bahkan aku takut dihari kedatanganmu kau tak lagi
melihatku menyapamu, karena aku telah terpuruk mati karenamu.
09 mei 2013
Sebentar lagi kau akan pergi, dan tanpa aku menyalamimu, aku
berharap angin bisa menyampaikan isi hatiku padamu. Aku hanya bisa menangis,
bahkan ketika aku menuliskan doa kepergian ini untukmu:
“Tuhan...
“tangis ini pecah bukan karena aku tak ikhlas melihatmu pergi, tak
ikhlas melihatmu singgah di tempat yang lain, melainkan aku menangis karena aku
bangga dengan kesuksesanmu.
“banyaklah berdoa, agar apa yang kau harapkan bersamaan dengan
kehendak Tuhan. Agar tak sia-sia kau pergi untuk waktu yang cukup lama”
“mungkin doaku memang tidak berarti dalam perjalan hidupmu, tapi
aku hanya ingin mengatakan pada Tuhan dan Dunia bahwa aku peduli padamu karena
bagiku kau sangat berarti...
“selamat jalan wahai para pencari ilmu Tuhan, semoga dihari kembalimu kau jauh menjadi lebih peka pada dunia. Bahwa disisi lain dunia itu ada aku yang selalu menantimu. SALAM. Aku tunggu kesuksesanmu, karena aku juga bangga berharap bisa memiliki saudara sehebat dirimu. Amien.
“selamat jalan wahai para pencari ilmu Tuhan, semoga dihari kembalimu kau jauh menjadi lebih peka pada dunia. Bahwa disisi lain dunia itu ada aku yang selalu menantimu. SALAM. Aku tunggu kesuksesanmu, karena aku juga bangga berharap bisa memiliki saudara sehebat dirimu. Amien.
10 mei 2013
Aku tau bahwa hari esok aku tak kan bisa melihatmu untuk kurun
waktu yang cukup lama setelahnya. Selamat jalan... satu yang harus kamu tahu,
aku mengangis menuliskan ini semua, dan aku akan selalu menangis jikalau tahu
bahwa dirimu tak lagi mengingatku, AKU MENUNGGUMU KEMBALI.
THE END....
(Afiya-Hafidh
* wanita tangguh yang berharap besar padamu, J
* wanita tangguh yang berharap besar padamu, J
LUAR BISA, MANTAPPPPPPP
BalasHapushmmm.....
BalasHapuskagum dengan penorehan kata yang begitu rapi yang kemudian menjadikan sistematis dalam alurnya, terenyuh saat memaknai ceritanya, terhanyut dengan suasana ceritanya (klo aku gak ja'im, dah netes deh ni air mata), hingga bibir ini mendesah...masayaallaaah...
pemakanaan cinta berbasis religiusitas, sip lah...
kelemahan ini adalah kekuatanku untuk selalu memohon kepadaMU untuk menjadikan dia mengerti bagaimana dia untukku....
pemaknaan cinta yang berbasis religiusitas iu yang ingin aku bangun. hanya saja mungkin kelugasan kata ini yang kuharapkan bisa membangun pondasi cinta dan pengorbanan yang seutuhnya.
BalasHapusdo what you want,,,
BalasHapusdon't think about your think
but think about your doing
sangat dalam, nyaris. bahsamu mulai menggetarkan dinding langit.
BalasHapusaku jadi merindukan tabir-tabir kisah kita. kapan akan kembali?